Surga Tidak Bisa Dibooking

Bangku GerejaSudah jadi kebiasaan bagi umat Katolik di kota besar untuk booking tempat duduk. Yang miris umatnya datang setelah misa dimulai, yang booking asisten rumah tangga, umatnya makan dulu di luar karena lapar.

Ingatkah bahwa gereja adalah tempat persekutuan dengan semua umat beriman? Bukan milik pribadi.

Mungkin bagi kita masih bisa booking kursi di gereja, tapi ingatlah bahwa surga tidak bisa dibooking.

Mari berbelarasa untuk saudara kita yang datang lebih awal di gereja.

– Deo Gratias –
(dikutp dari Facebook Page GEREJA KATOLIK)

Penerimaan Sakramen Baptis (Kanon 849-860)

  1. Sakramen Baptis hanya dapat diterimakan secara sah dengan pembasuhan air sungguh, disertai rumus kata-kata yang diwajibkan oleh Gereja.
  2. Sakramen baptis hendaknya diterimakan menurut tata-perayaan dalam buku-buku liturgi yang disetujui, kecuali dalam keadaan darurat, di mana harus ditepati hanya hal-hal yang dituntut untuk sahnya sakramen.
  3. Penerimaan sakramen baptis haruslah disiapkan dengan semestinya. Karena itu, orang dewasa yang bermaksud menerima sakramen baptis hendaknya diterima dalam katekumenat dan sejauh mungkin dibimbing lewat pelbagai tahap, menurut tata-perayaan inisiasi yang telah disesuaikan oleh Konferensi Para Uskup. Orang tua dari kanak-kanak yang akan dibaptis, demikian pula mereka yang akan menerima tugas sebagai wali baptis, hendaknya diberitahu dengan baik tentang makna sakramen ini dan tentang kewajiban-kewajiban yang melekat padanya.
  4. Air yang harus digunakan dalam menerimakan sakramen baptis, di luar keadaan terpaksa, haruslah air yang sudah diberkati menurut ketentuan-ketentuan buku liturgi.
  5. Meskipun sakramen baptis yang diterimakan pada hari apa pun, namun dianjurkan agar pada umumnya diterimakan pada hari Minggu, ata, jika dapat, pada malam Paskah.
  6. Di luar keadaan darurat, tempat yang biasa untuk baptis adalah gereja atau ruang doa. Pada umumnya orang dewasa hendaknya dibaptis di gereja Parokinya sendiri, sedangkan kanak-kanak di gereja paroki orang-tuanya, kecuali bila alasan wajar menganjurkan lain.
  7. Jika calon baptis, karena jarak jauh atau keadaan lain, tidak dapat datang atau dibawa tanpa kesulitan besar ke gereja paroki, pembaptisan dapat dan harus dilaksanankan di gereja atau ruang doa lain yang lebih dekat, atau di tempat lain, yang layak.
  8. Di luar keadaan darurat, atau karena ada alasan yang berat, sakramen baptis jangan diterimakan di rumah pribadi.
  9. Di luar keadaan daruratr, atau karena ada alasan yang berat, sakramen baptis juga jangan diterimakan di rumah sakit.

R U texting in church? Put the phone down!

By Angela Cave
Catholic News Service

ALBANY, N.Y. (CNS) — Entire families navigate their smartphones while sharing meals at restaurants. Students text in class. Parents take phone calls at their children’s sporting events and plays.

It’s no surprise that cellphones affect even church.

It has become common for parishes to place blurbs in their bulletins about silencing cellphones and for lectors to make announcements about it before liturgies, reminding parishioners they’re in a place of worship.

In some places, Massgoers heed the notices — with a few exceptions for people who work in emergency fields or don’t understand how to silence their phones. At other parishes, ringtones, texting or even taking calls during liturgies can distract the presider and the people in the pews.

Dorothy Sokol, parish life director at Our Lady of Grace Parish in Ballston Lake, notices phones ringing and worshippers texting at Mass, despite signs in two different places and announcements cautioning against it. She said some people don’t know they’re offending people, but she’s distracted by it, especially when parents let toddlers play electronic games on their phones.

Some parishioners use a tablet or smartphone to follow along with the readings for Mass, and “there’s a place” for that, she said.

As for texting, “people have to be conscious that they’re in church to pray with a community and to try, if possible, to put the distractions away,” Sokol told The Evangelist, Albany’s diocesan newspaper. Continue reading R U texting in church? Put the phone down!

Surat Gembala KWI tentang PEMILU 2014

SURAT GEMBALA

KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) MENYAMBUT PEMILU LEGISLATIF 2014

“JADILAH PEMILIH YANG CERDAS DENGAN BERPEGANG PADA HATI NURANI”

Saudara-saudari, segenap umat Katolik  Indonesia yang terkasih,
Bangsa kita sedang bersiap diri menyambut  Pemilu legislatif untuk memilih DPR, DPD dan DPRD yang akan diselenggarakan tanggal 9 April 2014.  Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, Pemilu menjadi peristiwa penting dan strategis karena merupakan kesempatan memilih calon legislatif dan perwakilan daerah yang akan menjadi wakil rakyat.

Continue reading Surat Gembala KWI tentang PEMILU 2014

sebutan RD di depan nama Pastor Diosesan

Tambahan dari Romo Santo Pr:
Nama romo-romo diosesan sering diakhiri dengan huruf “Pr”, yang di Jawa Tengah disebut “Projo”. Namun aslinya ialah “Presbyter”, (Yun) yang artinya “Imam” atau “Tua-Tua”. Bahasa Inggrisnya “Priest”. Saya sendiri Imam KAS, namun karena tugas di KWI, dan karenanya mesti “mens sana in corpore sano”  (maen ke sana maen ke sono), maka di tempat-tempat lain itu sering ditanya tentang  arti “Projo” yg sebenarnya khas Jawa Tengah saja haha…  Beberapa saudara kita di luar konteks Jateng tak suka dengan “Projo” yang kejawa-jawaan itu haha… mirip “Satpol Pamong Projo” aja hahaha… Memang untuk konteks Jateng, Projo itu terkait dengan pemerintahan. Maka Imam Projo ialah imam pemerintahan Gereja yang adalah Keuskupan.
Namun pada umumnya, secara internasional, imam diosesan, di nama depannya ada R.D. dan tak usah diakhiri dengan Pr. RD = Reverendus Dominus. Maka secara internasional, cukup ditulis nama imam itu misalnya: RD. Benediktus Susilo.  Kalau ditulis Benediktus Susilo Pr maka justru orang Philipina akan bertanya apa maksudnya “Pr” hehe… Dalam negara berbahasa Inggris, cukuplah Father Benediktus Susilo, tak perlu embel-embel Pr. Atau kadang ditulis Rev. Fr Benediktus Susilo. Sebenarnya di Indonesia, cukuplah Romo Susilo saja atau Pastor Susilo atau RD Susilo.  Jelas itu imam diosesan jika tanpa embel-embel di belakangnya walaupun tak usah ada “Pr” di belakangnya. Namun kalaupun ditambahi “Pr”, maka mesti jelas bahwa di Papua itu bukan “Projo”, melainkan “Presbyter”.  Bahkan di Surabaya pun konon, tak lagi ditambahi embel-embel “Pr” lagi.
Sedangkan nama imam-imam tarekat religius biasanya diawali dengan huruf RP (Reverendus Pater) dan diakhiri dengan huruf  tarekatnya misalnya SJ, OFM, SVD, MSF, dll. Contoh: RP. Benediktus Susilo, SVD; atau Fr Benedictus Susilo SVD; atau Rev. Father Benediktus Susilo SVD.

Resolusi Tahun Baru sebagai Umat Katolik

Sebentar lagi tahun 2014 akan ditutup. Acara-acara di televisi mulai menunjukkan apa ringkasan peristiwa yang terjadi sepanjang tahun ini. Nah.. sebagai pengikut Kristus, kita pun bisa memulai melihat kembali kehidupan rohani anda, dan membuat resolusi untuk memperbaiki dan meningkatkan kehidupan rohani anda.

Lakukan sesuatu yang ada hubungannya dengan meningkatkan spiritual anda. Berikut ini ada beberapa resolusi yang seharusnya dibuat oleh orang Katolik. Bravo jika anda sudah berhasil melakukan semuanya, Jika belum, berusahalah untuk melakukannya di tahun 2014 nanti.

Continue reading Resolusi Tahun Baru sebagai Umat Katolik

Jadwal Misa Natal

Berikut jadwal misa Malam Natal & hari Natal

Paroki Bengkong- St. Damian

Malam Natal: 19.00 WIB
Hari Raya Natal: 08.00 WIB, 10.30 WIB (English)

Paroki Lubuk Baja- St. Petrus

Malam Natal: 19.00 WIB
Hari Raya Natal: 08.00 WIB, 17.00 WIB

Paroki Tembesi- St. Maria Bunda Penolong Abadi

Malam Natal: 22.00 WIB
Hari Raya Natal: 08.00 WIB

Paroki Tiban- Kerahiman Ilahi

Malam Natal: 18.00 WIB
Hari Raya Natal: 08.00 WIB

Sabda Bahagia

Tak cukup tidak berdosa saja. Tuhan menghendaki supaya kita berbuat baik. Dengan berbuat baik, kita disebut ‘berbahagia’. Inilah Sabda Bahagia itu (Mat 5 : 3 – 12):

  1. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
  2. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
  3. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
  4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
  5. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan.
  6. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
  7. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
  8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.        

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga.

Gedung Gereja Maria Pembantu Abadi

Mgr. Antonio Guido Filipazzi, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, akan mengunjungi Batam di awal Bulan November nanti. Tidak seperti kunjungan Duta Besar sebelumnya yang bersifat pastoral, kunjungan kali ini dikhususkan untuk mentahbiskan Gedung baru Gereja Maria Bunda Pembantu Abadi.

Continue reading Gedung Gereja Maria Pembantu Abadi

Selasa 8 Okt 2013

Yun 3: 1-10
Mzm 130: 1-4ab.7-8
Luk 10: 38-42

Sinopsis bacaan:
Yunus diutus untuk mewartakan pertobatan kepada orang-orang Niniwe. Dan orang-orang Niniwe mendengar pewartaan Yunus. Mulai dari raja dan rakyatnya, bahkan ternak mereka berpuasa untuk mengungkapkan penyesalan mereka. Mereka berbalik dari tingkah laku mereka yang jahat. Tuhan akhirnya membatalkan rancangan malapetaka bagi orang-orang Niniwe.

Sinopsis Injil:
Yesus mengunjungi Marta dan Maria di rumah mereka. Masing-masing dengan caranya mau memberikan apa yang terbaik kepada Yesus. Marta melayani Yesus dalam keramahannya sebagai seorang tuan rumah, sedangkan Maria memilih duduk di kaki Yesus untuk mendengarkan Dia. Segala sesuatu yang dilakukan hendaknya membawa kepada perjumpaan dengan Yesus.

Renungan hari ini:
Tiap orang perlu menentukan prioritas dalam hidupnya. Kebutuhan memang banyak, namun pasti ada yang paling penting dan mendesak. Prioritas hidup ini harus terus diperjuangkan. Sikap ini menjadi tanda kedewasaan manusia dalam hidupnya. Tuhan Yesus memuji Maria yang tahu prioritas hidupnya. Dia telah memilih yang terbaik yaitu duduk dekat Yesus dan mendengarkan-Nya. Sedangkan Marta terlalu sibuk dengan hal-hal lain yang tidak terlalu penting. Kedua sikap ini tentu ada dalam pribadi kita. Mana yang lebih dominan